Kumpulan (News) Bisnis, (25Sep2012-08Okt2012)

TERMINAL PETIKEMAS: Handling Periode Jan-Agustus Naik 5%

Selasa, 25 September 2012 | 19:42 WIB

SURABAYA: PT Terminal Petikemas Surabaya mencatat arus petikemas baik internasional maupun domestik yang ditangani untuk periode Januari-Agustus 2012 mencapai 893.599 Twenty Feet Equivalent Units (TEUs) atau naik 5% dibandingkan volume periode sama 2011 sebesar 845.981 TEUs.

Direktur Utama, Mohammad Zaini mengatakan proses handling petikemas di semua fasilitas terminalnya untuk jalur ekspor-impor maupun antar pulau  pada masa delapan bulan ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikannya masih tipis berkisar 5%, ini bisa dilihat dari total volume handling container pada Januari-Agustus 2011 mencapai 845.981 TEUs TEUs mengalami kenaikan menjadi 893.599  TEUs,” kata Zaini kepada Bisnis, hari ini, (Selasa, 25/9/2012).

Secara khusus Zaini menegaskan bila dipisahkan maka kenaikan petikemas domestik lebih tinggi sebesar 16% dibandingkan kenaikan arus petikemas internasional yang naik cuman 4%.

Sumber berita dan foto: http://www.bisnis.com/articles/terminal-petikemas-handling-periode-jan-agustus-naik-5-percent

UPAYA ECO GREEN: Terminal Petikemas SUrabaya konversi BBM ke listrik

SURABAYA: PT Terminal Petikemas Surabaya tengah secara serius mengupayakan untuk menjadi perusahaan yang fasilitas core bisnisnya  berbasis eco-green dengan mengkonversi bahan bakar sejumlah peralatan bongkar muat dari berbasis bahan bakar minyak ke sumber energi listrik.

Manajer Humas PT TPS, Mohammad Sholeh mengakui pihaknya kini tengah dalam tahapan mengimplementasikan proses eco-green terhadap sejumlah fasilitas bongkar muat petikemas yang dioperasikan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III ini.

“Untuk rencana implementasi menjadi perusahaan berbasis  eco green, maka TPS saat ini sedang memproses pembuatan DED [Detail Enginering Design]. Proses  DED ini  dijadwalkan akan selesai Desember tahun ini [2 012],” kata Sholeh kepada Bisnis, hari ini, (Rabu, 26/9).

Dia mengaharapkan dengan selesainya DED pada akhir tahun ini maka proses implementasi secara bertahap bisa dilakukan pada triwulan I/2013.

Sumber berita dan foto: http://www.bisnis.com/articles/upaya-eco-green-terminal-petikemas-surabaya-konversi-bbm-ke-listrik

Kebijakan Pembatasan Impor Kelompok Barang Dihapus

Rabu, 26 September 2012 | 21:26

Permendag 59/2012 diterbitkan untuk merevisi Permendag 27/2012 mengenai ketentuan angka pengenal importir. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan merilis Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 59/2012 untuk merevisi Permendag 27/2012 mengenai ketentuan angka pengenal importir (API). Revisi tersebut memungkinkan perusahaan pemilik API-Umum (API-U) dapat mengimpor lebih dari satu kelompok barang (section).

Dalam peraturan yang ditandatangani Mendag pada 21 September 2012 tersebut menyebutkan, pemilik API-Umum (API-U) dapat mengimpor jenis barang lebih dari satu section dengan beberapa syarat. Sebelumnya, Permendag 27/2012 hanya membolehkan pemilik API-U untuk mengimpor hanya satu jenis barang untuk satu section saja.

Dalam revisi yang termuat pada pasal 4 ayat 3 Permendag 59/2012 tersebut, perusahaan pemilik API-U dapat mengimpor lebih dari satu bagian jika perusahaan tersebut mengimpor barang yang berasal dari perusahaan yang berada di luar negeri, dan memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan pemilik API-U tersebut.

Sumber berita dan foto: http://www.beritasatu.com/bisnis/74169-kebijakan-pembatasan-impor-kelompok-barang-dihapus.html

Pelindo II Gandeng Microsoft Bikin Sistem Pelabuhan Terbesar di Dunia

Kamis, 27/09/2012 20:35 WIB

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menggandeng SOGET dan Microsoft untuk mengimplementasikan layanan sistem pelabuhan atau Port Community System terbesar di dunia.

Sistem ini akan dijalankan di Jakarta, dan selanjutnya di pelabuhan lain di Indonesia. Sistem SOGET PCS merupakan sistem layanan port clearance dasar yang meliputi surat izin kelaikan berlayar, surat izin kesehatan kapal, surat bebas karantina, entry/exit permit, serta izin untuk sebuah kapal bersandar atau berlayar.

Indonesia dengan jumlah 111 pelabuhan komersial dan 614 pelabuhan non komersial membutuhkan sistem ini sehingga kegiatan logistik bisa berjalan dengan cepat. Sistem ini bisa mengefisiensikan rantai logistik nasional dengan mudah.

“Penerapan sistem ini akan memperkuat dan mengakselerasi implementasi Inaportnet (Indonesia Port Net System) yang merupakan elemen vital dalam mendukung konektivitas domestik dan internasional Indonesia. Penguatan konektivitas ini akan meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (27/9/2012).

Sumber berita dan foto: http://finance.detik.com/read/2012/09/27/203039/2041615/4/pelindo-ii-gandeng-microsoft-bikin-sistem-pelabuhan-terbesar-di-dunia?f9911033

TRANSPORTASI DARAT: KAI Commuter Tambah Line Khusus Wanita

Jum’at, 28 September 2012 | 19:31 WIB

SURABAYA: PT KAI Commuter Jabodetabek  menambah layanan berupa rangkaian KRL Commuter Line khusus wanita yang akan diluncurkan pada 1 Oktober 2012, yakni bertepatan dengan rencana penaikan tarif Rp2.000 per relasi.

Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan program rangkaian khusus wanita (RKW) merupakan kelanjutan dari program Kereta Khusus Wanita (KKW) yang sudah terlebih dahulu diluncurkan pada 19 Agustus 2010.

“Pada program KKW, dalam satu rangkaian terdapat dua gerbong khusus wanita, yaitu kereta paling depan dan kereta paling belakang, namun untuk RKW, semua gerbong dikhususkan untuk wanita,” kata Eva dalam siaran persnya, Jumat (28/9/2012).

Dia menjelaskan banyaknya keinginan dari para penumpang untuk menambah jumlah KKW juga menjadi gagasan PT KCJ untuk meluncurkan rangkaian khusus wanita. Rangkaian yang berjumlah 8 gerbong ini akan dioperasikan pada lintas Bogor.

Sumber berita dan foto: http://www.bisnis.com/articles/transportasi-darat-kai-commuter-tambah-line-khusus-wanita

Investor Asing Minati Pelabuhan

Selasa, 02 Oktober 2012 | 03:12

Di Indonesia, pengelolaan pelabuhan dimungkinkan diserahkan kepada swasta jika kepemilikan lahan di suatu kawasan dikuasai sepenuhnya oleh swasta.

Sejumlah investor asing menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di sektor pelabuhan di Indonesia.

“Ada beberapa investor asing yang berminat untuk investasi ‘port’ di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Senin (1/10).

Dua investor asing, yaitu Royal Carribean Cruise dan Turkey sudah menyatakan berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

“Dua perusahaan itu terutama dari bagian cruise line yang mengembangkan port sudah berinvestasi di banyak negara,” katanya.

Mereka berminat tidak semata berinvestasi di pelabuhan tetapi juga untuk retail dan pantai beserta area bisnis yang terintegrasi.

Sumber berita dan foto: http://www.beritasatu.com/bisnis/75090-investor-asing-minati-pelabuhan.html

Senin, Jalan Tol Jagorawi-Cikampek Naik 10-20 Persen

Selasa, 02 Oktober 2012, 22:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-PT Jasa Marga Tbk akan menyesuaikan tarif tol Jakarta-Cikampek (Japek) mulai 8 Oktober 2012 pukul 00.00 WIB rata-rata sebesar 10-12 persen.

“Penyesuaian tarif berlaku mulai 8 Oktober sesuai keputusan Menteri PU pada 1 Oktober Nomor 311/KPTS/M/2012 dan mulai berlaku tujuh hari setelah tanggal ditetapkan,” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk, Hasanudin di Jakarta, Selasa.

Hasanudin menjelaskan, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan inflasi dua tahun terakhir, sebagaimana diatur dalam UU No. 38/2004 pasal 48 ayat (3), PP 15/2005 pasal 68 ayat (1).

“Intinya penyesuaian tarif tol ini tujuannya tidak lain hanyalah untuk mengembalikan nilai uang yang menurun akibat tergerus inflasi,” katanya.

Hasanudin menyebut, besaran inflasi yang digunakan untuk kenaikan tarif itu adalah Jakarta sebesar 10,09 persen dan Bekasi sebesar 10,79 persen.

Sumber berita dan foto: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/10/02/mb9vaf-senin-jalan-tol-jagorawicikampek-naik-1020-persen

Bea dan Cukai Priok tambah Pemeriksa Kontainer

JAKARTA – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok akan mengoptimalkan kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas impor atau behandle.

Kepala KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok Iyan Rubianto mengatakan optimilisasi itu dilakukan melalui penambahan personil untuk memeriksa fisik peti kemas seiring dengan rencana pelayanan satu atapbehandle dan karantina di tempat pemeriksaan fisik peti kemas terpadu (TPFT).

Menurutnya, pihaknya akan memusatkan lokasi TPFT terpisah dari terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Nantinya, petugas pemeriksa peti kemas Bea dan Cukai akan dipusatkan di lokasi terpadu tersebut,” ujarnya, Kamis (4/10).

Namun, Iyan belum bersedia mengungkapkan jumlah personil pemeriksa yang akan ditambah guna memperkuat petugas di TPFT Pelabuhan Tanjung Priok.

Sumber dan berita selengkapnya dapat dilihat di: Media cetak Harian Bisnis Indonesia hari Jumat, 5 Oktober 2012

Syahbandar Janji Tertibkan Pengepul Limbah Kapal Liar Di Pelabuhan Priok

JAKARTA: Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok  berjanji akan menertibkan pengepul limbah kapal di pelabuhan itu yang beroperasi secara liar atau tidak mengantongi izin dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Perhubungan.

Kendati begitu, terhadap kegiatan pengepul limbah kapal yang melaksanakan dengan sistem trucklossing (angkutan langsung dari kapal ke truk) yang sudah mengantongi izin dari kedua instansi itu tetap diperbolehkan melakukan kegiatan tersebut sepanjang tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok Arifin Suaryo mengatakan, pengambilan aktivitas pengepul limbah kapal bisa dilaksanakan oleh perusahaan lainnya maupun swasta yang mengantongi izin.

Hal itu, kata dia, untuk menghindari monopolistik dalam kegiatan pengolahan limbah atau reception facilities (RF) yang selama ini hanya dilaksanakan oleh PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sumber berita dan foto: http://www.bisnis.com/articles/syahbandar-janji-tertibkan-pengepul-limbah-kapal-liar-di-pelabuhan-priok

80% Kapal Pindah Labuh Jangkar ke Pulau Nipah

JAKARTA-Sekitar 80% kapal yang biasa melakukan kegiatan labuh jangkar di perairan Tanjung Balai Karimun dan Batam diperkirakan beralih ke perairan Pulau Nipah yang menawarkan biaya 40% lebih murah.

Menurut sumber Bisnis, perpindahan kapal itu semakin banyak dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak beroperasinya Nipah Transit Anchorage Area (NTAA), sehingga kegiatan labuh jangkar (anchorage) di perairan ship to ship (STS) Tanjung Balai Karimun dan Batam merosot.

Dia mengatakan agen asing, yang umumnya berasal dari Singapura, beralasan perpindahan kapal itu karena harga yang ditawarkan pengelola pelabuhan perairan pulau Nipah lebih murah.

“Masalahnya, harga yang lebih murah 30%-4-% itu disebabkan tidak adanya wajib pemanduan dan penundaan. Ini berbeda dengan di STS perairan Batam dan Tanjung Balai Karimun yang  menerapkan wajib pemanduan dan penundaan kapal sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya, Minggu (7/10).

Jasa Pandu merupakan layanan keselamatan bagi pengguna jasa saat keluar masuk perairan STS. Adapun di NTAA, tanggug jawab keselamatan kapal berada pada nahkoda kapal karena pihak operator tidak memberikan layanan jasa pandu.

Sumber berita dan berita selengkapnya dapat dilihat di : Media Cetak Harian Bisnis Indonesia Senin, 8 Oktober 2012.

Komentar ditutup.

  • My Musics Store 1

  • My Musics Store 2

  • My Musics Store 3

  • Area Permainan (Games Offline) :